CCTV (Close Circuit TeleVision)
Tak kenal maka tak sayang, itu adalah ungkapan yang umum pada saat orang pertama kali bertemu, tapi kali ini kita tidak membahas tentang Ungkapan atau majas yang ada di pelajaran bahasa Indonesia, tapi kita akan berkenalan dengan CCTV dan prinsip pemasangan CCTV.
CCTV (Close Circuit TeleVision ) adalah kamera pengintai yang digunakan untuk menyelidiki atau mengawasi suatu tempat yang dianggap rawan dari bahaya. Fungsi dari Kamera adalah merekam semua aktifitas sehingga dapat meminimalkan dan menjaga aset – aset yang patut untuk dilindungi.
Tujuan Pemasangan CCTV
Meninjau ulang, peristiwa pada area pengawasan (area yang diamati) beserta lingkungannya. Pemasangan CCTV meliputi :
1. Pencahayaan
2. Cuaca
3. Keamanan
4. Detail gambar yang diperagakan oleh monitor
1. Pencahayaan
2. Cuaca
3. Keamanan
4. Detail gambar yang diperagakan oleh monitor
Disamping itu ada 6 pertimbangan perancangan CCTV yaitu :
1. Pengambilan gambar lingkungan
2. Lensa kamera
3. Media transmisi
4. Monitor
5. Manajemen sinyal video dan peralatan pengendali
A. Pencahayaan pada pengaplikasian CCTV
Tanpa cahaya yang tepat kamera tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik yaitu memberikan gambar yang diinginkan. Kunci penting dalam merancang aplikasi CCTV security adalah kondisi pencahayaan dalam area yang menarik, apa yang akan ditentukan, jika mungkin diperlukan penambahan sumber cahaya, untuk menjawab apa yang diharapkan dari operator.
Klasifikasi kamera berdasar pencahayaan :
- Full Video : Kamera yang dapat menangkap peritiwa dengan hasil gambar ketepatan yang tinggi.
- Usable Video : Kamera yang dapat menangkap tingkat minimum yang diperlukan.
Jika tingkat pencahayaan tidak mencukupi untuk diberikan kamera, perancang mempunyai dua pilihan :
- Menambah Cahaya
- Memilih kamera dengan sensitivitas yang tinggi
Oh iya untuk mempertimbangkan dari mana datangnya penambahan cahaya ada 3 hal :
1. Incident : cahaya berasal secara langsung dari semua sumber.
2. Reflected : cahaya pantulan dari peristiwa ke kamera.
3. Image : sebagian cahaya mencapai sensor gambar.
kamera mampu melihat cahaya yang tidak dapat dilihat manusia. Setiap warna mempunyai panjang gelombang dalam cakupan 400 nm untuk ungu sampai 700 nm. Cahaya tampak sebenarnya dibuat dari spectrum watna merah, oranye, kuning, hijau, buri, nila dan ungu. Dalam spectrum warna tampak, kamera dapat melihat warna mendekati inframerah dalam cakupan (750 nm sampai 1150 nm) dan inframerah diatas 1150 nm. Panjang gelombang ini transisi warna ke panas.
Khusus kamera infra merah menciptakan gambar dengan cahaya tampak yang dipantulkan. Karena kamera kualitasnya lebih baik untuk melihat panjang gelombang tinggi, dalam kondisi tingkat pencahayaan lemah dari cahaya tampak, maka kamera melihat gambar lebih efektif daripada mata manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar